
Sepertinya dunia ini koq isinya manusia-manusia penggerutu ya….. (termasuk aku ^^). Saat aku duduk-duduk menanti kelas berikutnya, biasanya aku mencari tempat yang agak jauh dari keriuhan untuk membaca buku. Bukannya tidak mau ngobrol sama temen-temen, tapi aku emang tidak suka ngobrol yang ujung-ujungnya pasti ngerumpi. Dari tempatku duduk, kira-kira dua meter di sampingku, ada dua orang yang tidak aku kenal sedang ngobrol, meskipun aku sedang baca buku, tapi kenapa ya.., telingaku ini koq ikut mendengarkan obrolan mereka, padahal aku sudah konsentrasi untuk membaca. Tapi rasa-rasanya telingaku ini tidak mau aku kekang agar tidak menguping, meskipun ini tidak aku sengaja lho… Sebenarnya aku pengen pindah ke tempat lain, tapi aku males aja pindah-pindah mulu.
Pertama-tama mereka sedang membicarakan soal mata kuliah, katanya semakin hari semakin membosankan saja, kemudian mereka bicara soal biaya yang mahal, trus menyinggung masalah BO*-* yang katanya sudah tidak sesuai lagi. Ya mereka ini sudah menggerutu. Bahkan menggerutui BEM yang lamban bertindak, kemudian beralih membicarakan soal ibu kos mereka yang terlalu ketat, karena salah satu mereka pernah gag bisa masuk kos gara-gara pulang terlalu malam. Rupanya bahan untuk menggerutu tiada habisnya.
Selang beberapa menit ada cowo yang melangkah dengan santai, cowo ini kebetulan berkulit gelap, rambutnya ikal, trus hidungnya besar. Mereka bilang “idih…, itu cowo udah item, hidungnya besar pula”. Lho…lho…., ini namanya pelecehan fisik! Emang apa salahnya kalau item dan berhidung besar? Perasaan cowo itu cuma lewat dan tidak mengganggu mereka deh…, lagian itu juga bukan kesalahannya kalau ia dilahirkan seperti itu, tapi tetap saja bisa jadi bahan gerutuan, huh!
Continue reading →