Radesya

"Ingin jadi mentari berharap bisa menerangi"

Pahlawan Tak Dikenal

Di hari pahlawan ini aku akan kisahkan kembali tentang Lelaki Tua Itu, yang gurat keriput nampak lekat di sekujur tubuhnya. Lelaki yang aku temui di pinggir trotoar jalan. Lelaki malang yang sedang kelaparan. Aku sungguh tak tega melihatnya. Lelaki tua itu yang ternyata adalah seorang pejuang. Dia ikut mengukir sejarah bagi negri ini dalam mencapai kemerdekaan.

Lelaki tua itu begitu antusias bercerita, bulir bening membasahi pipinya yang menua. Benaknya kembali membayang perjuangan puluhan tahun yang silam saat mengusir penjajah. Berdiri di garis depan menyerang musuh.

Saat itu di malam yang pekat dia bersama dengan prajurit yang lain menerobos malam. Pakaian yang lusuh dan compang-camping tak dihiraukan. Rasa letih dan lelah juga dingin yang menusuk tulang bukan halangan bagi mereka. Terus mengendap-endap dengan debar jantung yang tak karuan. Dentum meriam menggema memecah malam terdengar di mana-mana, Sebutir peluru mengarah kepadanya. Seorang sahabat menyelamatkan jiwanya. Sahabatnya itu akhirnya gugur di medan laga. Darah mengalir membasahi bumi pertiwi demi negri ini.

Lelaki tua itu menghentikan ceritanya. Matanya berkaca-kaca , rona kesedihan terpancar dari mukanya. Dia memandang sekelilingnya dengan tatapan yang hampa. Aku yang duduk di sebelahnya jadi merasa tak enak. Banyak orang yang perhatikan aku saat itu, tapi aku tak peduli apa kata mereka. Lelaki tua itu mungkin sedih teringat sahabatnya yang gugur menyelamatkan jiwanya.

Akhirnya setelah hening sejenak dia kembali bercerita. Kali ini dia bercerita tentang jepang. Saat masa penjajahan jepang rakyat Indonesia sangat menderita. Makan dengan nasi yang terbuat dari jagung dan memakai pakaian yang terbuat dari karung yang penuh kutu. Jepang yang masuk ke Indonesia pada tahun 1942, saat itu mengaku sebagai saudara tua. Jepang lebih kejam dari Belanda. Lelaki tua itu ternyata pernah juga menjadi anggota Seinendan yang di bentuk oleh jepang untuk mendidik dan melatih pemuda Indonesia untuk mempertahankan Indonesia dengan kekuatan sendiri. Bahkan dia masih ingat sedikit tentang bahasa jepang. Bisa membaca dan menulis juga. Dia terus berjuang sampai Indonesia merdeka.

Lelaki tua itu bukan memang bukan phlawan nasional, seperti pangeran Diponegoro, kapten Pattimura, Bung Karno dan Bung Hatta yang namanya wajib di hafal saat menjadi murid SD, yang kenyataannya pada saat ini banyak yang lupa nama-nama pahlawan nasional yang lain. Lelaki tua itu juga bukan yang sering di tulis oleh penulis-penulis terkenal. Lelaki tua itu hanya sosok tak dikenal. Tapi jasanya sangat besar bagi bangsa ini. Bukankah bangsa yang baik adalah bangsa yang selalu menghargai jasa para pahlawannya?

Lelaki tua itu memang seorang pahlawan tak dikenal dan masih banyak lagi pahlawan tak dikenal sepertinya dia di negri ini. Lelaki tua itu seperti mayat-mayat tanpa nama yang gugur dalam pertempuran di Surabaya, Ambarawa, Karawang Bekasi, dan semua tempat di Indonesia. Kita sebagai anak bangsa harus perhatikan nasib mereka. Lelaki tua itu sudah pertaruhkan jiwa raganya demi negri kita. Tanpa mereka (para pahlawan bangsa) tentu kita saat ini tidak bisa sekolah dan tentunya masih bodoh. Aku ucapkan terima kasihku untukmu para pahlawanku, dan doaku selalu tercurah untukmu.

Puisi ini untuk mengenangmu pahlawanku

Malam itu

Bagaimana malam itu

Saat deru meriam semakin menggebu

Saat kau lari penuh tuju

Melawan musuh yang bergerak maju

Malam yang hitam atau kelam

dimana luka dan perih mendalam

daundaun berguguran penuh kecemasan

kau melawan seteru yang hebat

Meski hanya berbekal semangat

Bagaimana malam itu

Saat jantungmu berdegup dengan kencang

dan tubuhmu tertembus peluru

Kaupun mengejang

rebah ke tanah

berlumur darah

Bagaimana malam itu

Tubuhmu terbujur kaku

tak seorangpun mengenalmu

terbaring bersama ribuan tubuh yang lain

Malam itu

langit seolah murka

menyaksikanmu yang tanpa nyawa

Tapi jiwamu tetap ada

Demi anak bangsa

31 Comments

  1. pertamax!
    seperti puisinya Toto Subagyo Bahtiar ya..

    pasti banyak pula, Re, di lain tempat; pahlawan2 yang sangat berjasa saat perjuangan dulu yang tidak (ingin) dikenal. Yang ga ingin diketahui dan dipuja-puja jasanya. Kayak spiderman, superman, batman, dan segala macam pahlawan super; mereka benar2 tidak ingin dikenal. hanya saja bedanya; tokoh2 ini fiktif sedangkan bapak tua itu dan kawan2nya yang lain benar2 nyata di dunia; nyata perangnya; nyata pengorbanannya. salut buat mereka..

    selamat hari pahlawan..

  2. Hanya Allah Ta’ala saja lah yang bisa membalas jasa-jasa mereka “pahlawan tak dikenal” itu…

  3. @shavaat

    owh ya…

    Iya kak, banyak sekali pahlawan tak dikenal lainnya.

    Met hari pahlawan juga…

    @rismaka

    Semoga kak, kita hanya bisa mendoakannya…

  4. Wah… jadi ingat sajak “Pahlawan Tak Dikenal”-nya Toto Sudarto Bachtiar waktu masih SD dulu🙂

    Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
    Tetapi bukan tidur, sayang
    Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
    Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

    Postingan bagus lho🙂

  5. Semoga arwah para pahlawan bangsa khususnya para pahlawan tak dikenal diterima di sisi Allah SWT. Semoga juga arwah para syuhada tersebut tenang menyaksikan penderitaan rakyat miskin di indonesia. Salam dan hormat kami, Masuarakat Marginal Sumatera Utara. http://ksemar.wordpress.com/?s=derita+orang+miskin

  6. puisimu bagus dik🙂

  7. @alex

    Thx ya..

    @ksemar

    Amin…

    @achoey

    thx kak, aku baru belajar…

  8. Yup…
    Saya masih ingat cerita lelaki tua itu. Seorang pahlawan yang terlupa, bahkan orang di sebelahnya pun tak tau kalau dia dulu ikut berjuang.

    Ternyata kisah ini masih berlanjut.😀

  9. Kakak masih ingat ya…
    Entah gimana kabar lelaki tua itu saat ini…
    Semoga beliau sehat selalu.

  10. des, keren des
    aku iri nih waktu bacanya, dirimu sangat bisa tuk menyelami perasaan akan makna kepahlawanan itu ….

  11. wow…sedih,mantaps…tapi kenyataannya sekarang indonesa telah melupakan orang2 seperti lelaki tua itu…negara yang melupakan pahlawan a gak akan tenang dan damai…contohnya kondisi sekarang ini..

  12. iya…
    banyak sekali pahlawan yang tak dikenal.
    justru merekalah yang lebih berjasa, menurut saya.

    postingan seperti ini membuat saya membayangkan Indonesia dalam peperangan lagi…
    membayangkan menenteng Ak-47 dan rocket launcher😛

  13. mereka patut dikenang….meskipun tak pernah minta untuk dikenang. Yang penting jatah kita buat berjuang sekarang…..

    …saya sering malu sama pahlawan-pahlawan kita dulu kalau lihat kondisi bangsa ini sekarang….

    jangan buat pengorbanan mereka sia-sia….

  14. hmmmmm kenapa semua orang yang dulu perang disebut pahlawan sich?! meskipun well ya memang tindakan terpuji tapi gak asik dong kalo semua dibilang pahlawan.

    pahlawan itu kayak superhero, yang unik, punya jasa yang gede, bukannya mungkin hanya terpaksa mau perang atau berandalan yang suka berkelahi..

    AAAAAAARRRRRGGGGHHHH kenapa sya selalu gak pernah bangga sama Indo sih???!!! ja i’ll stay my own way

  15. SATU LAGI,

    pernyataan

    Tanpa mereka (para pahlawan bangsa) tentu kita saat ini tidak bisa sekolah dan tentunya masih bodoh.

    kenapa sih selalu gitu, selalu itu yang diperdengarkan oleh semua orang. tidak bisakah kita berpikir kalo negara jajahan itu MUNGKIN dapat berkembang dirangkulan negara lain yang lebih kuat. MEMANG penjajah yang dulu berkelakuan tidak baik, tapi MUNGKIN saja mereka berniat menghidupkan nasib orang-orang Indo. mungkin saja kan mereka bisa jadi pemerintah yang baik yang gak kayak sekarang, so kehidupan bisa jadi lebih baik.

    Semua negara hidup dalam politik so perlakuan tidak adil bagi negara yang dijajah selalu dimonitor oleh negara lain. Lain dulu laen sekarang menurutku gitu.

    pernyataan

    Tanpa mereka (para pahlawan bangsa) tentu kita saat ini tidak bisa sekolah dan tentunya masih bodoh.

    kuanggap terlalu dini dan kuanggap hanya untuk membela negara sendiri yang tidak pernah bisa menyamai negara lain dan kenyataannya BANYAK warga indo yang belom sekolah and masih bodoh-bodoh. anda anggap aku bicara gini bodoh gak? bodoh kan… nah itu satu lagi bukti, aku ja masih bodoh

  16. Ingat alm. Papa

  17. renxe

    sungguh tragis ya…mereka yang dulunya berlumuran darah demi mempertahankan negeri ini, sekarang tak bisa menikmati hasil dari perjuangan mereka. banyak pahlawan-pahlawan tak dikenal seperti beliau yang tersia-sia, hidup dibawah garis kemiskinan. meski ada program pemerintah untuk memberi santunan pada mereka, namun tetap saja terbentur birokrasi ini itu yang akhirnya tidak semuanya mendapat santunan…

    semoga Tuhan membalas jasa mereka dengan adil🙂

  18. renxe

    @ YuiLoyalist :

    ya, aku sering jg berpikir demikian. mungkin jika Indonesia tetap dijajah Jepang seperti dulu, negeri kita akan makmur seperti Jepang saat ini. eh, tapi apa semudah itu? mungkin saja sejarah akan berubah drastis. pada saat itu Jepang sudah menguras SDA kita, memanfaatkan manusia2 kita, dan ketika negeri kita sudah dianggap “kering” mereka begitu saja meninggalkan kita. well…who knows what’ll be happened later? setidaknya kalau kita merdeka kita bisa menentukan nasib negeri sendiri. yah meski ujung2nya ya seperti inilah Indonesia…

  19. keluargaku adalah pahlawanku. Aku akan selalu mengingat mereka… 😀

  20. tulisan yg bagus Sya.
    membuat saya terharu 😦
    semoga semua pahlawan yg tlah gugur di berikan tempat yg indah di sisinya.

  21. yang terpenting adalah bagaimana kita menjadi generai penerus yang baik dan berbudi pekerti yang luhur.

  22. @Muda Bentara

    Thx…
    Tulisan kamu jauh lebih keren…

    @alley

    Tapi kita jangan melupakan jasa mereka…

    @ghani arasyid

    iya, masih banyak lagi pahlawan tak dikenal di negri ini…

    @geRrilyawan

    setuju sekali….

    @YUI Loyalist

    Mereka disebut pahlawan karena mereka dah berjasa bagi negri kita.
    Cintailah negri kita ini, bagaimanapun kamu hidup disini, lahir disini, meskipun kamu kecewa pada negri ini.

    Tentu saja, emang kamu mau dijajah terus, mana ada sih penjajah bikin rakyat jajahannya pintar, yang ada bikin rakyat jajahannya bodoh. Dulu ja wanita dilarang sekolah, andae saja kamu tau betapa menderitanya hidup dijajah, aku sempat melihat sebentar meskipun cuma lewat mimpi, begitu saja aku sudah bisa merasakan menderitanya dijajah, apalagi waktu romusha. Taukah kamu bangsa kita disuruh bikin terowongan tapi tanpa dikasih makan, udah gitu para wanita dijadikan budak nafsu oleh tentara jepang.

    Penjajah hanya mau menang sendiri, kekayaan alam kita itu dikurasnya, kamu mau nggak disisain apa-apa?

    Kita semua memang masih bodoh, aku juga masih bodoh, kalau kita dah merasa pintar buat apa dong jauh-jauh dari tempat kamu hanya untuk mencari ilmu. Kalau kita dah merasa pintar buat apa kita sekolah.

    Soal rakyat indo yang tidak mampu sekolah itu PR buat pemerintah kita, dan kita sebagai rakyat biasa hanya bisa membantu sesuai kemampuan kita.

    @Mr. Momod

    Papanya pejuang?

    @renxe

    Iya kak, betul sekali..
    Amin…

    @info

    guruku juga pahlawanku…

    @septarius

    Thx Sep…

    Amin…

    @BaNnyu

    Iya kak…

  23. Wah, adek bisa marah juga toh?:mrgreen:

  24. Lho, aku tidak marah kak…

  25. Hehehehe waaawh kamu kayak Dr. Sutomo aja hahahaha eh bener ya namanya dokter sutomo, maklum nilai pelajaran sejarahku kurang… kodomo kali ya

  26. Wah, nggak lah, itu terlalu berlebihan…

    Btw dr.Sutomo yg mana ya?
    Hehehe

  27. Suyoto kali ya… hahaha Suyoto itu dosenku

  28. Hayo, kubilangin lho..

    *Pak dosen! Ni edo…

  29. wuahhh, menarik kisah n puisinya mba’..mmg benar, tkadang kita jg sulit tuk “mendefinisikan” apa itu pahlawan..karena pahlawan juga manusia, jgn2 ada pahlawan kesiangan yg mo numpang terkenal aja, atawa ada yg betul2 seorang “pahlawan” yg tak ter”ekspose”..Ntahlah..

  30. Waduh! thx ya…
    kadang memang ada yang seperti itu, sulit sekali mendefinisikannya

  31. fitri handayani

    wah ternyata kamu jenius juga yaa……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: