Radesya

"Ingin jadi mentari berharap bisa menerangi"

The Adventure of Kirara

 Hey kawans… ni adalah fanfict pertama yang aku buat, sebenarnya sudah lama sih, tapi baru aku posting di sini… ini cuma buat lucu-lucuan aja ceritanya… dan fanfict ini aku persembahkan buat sahabat-sahabat aku di Jogja : Edo, Shinrue, Shiro, Argo, Hiki, Kimi, Megumi, Arvin, pokoqna semua temen-temenku yang tak bisa aku sebutin satu-satu… kalau ada salah kata mohon dimaafkan ya….

Chapter 1

Komandan Shinrue adalah komandan utama Okamura, berperawakan sedang namun berbadan tegap. Wajahnya nampak berkarisma sehingga banyak wanita yang bertekuk lutut padanya. Ia memang layak di puja wanita, ia bercita-cita memiliki 999 istri.  Mungkin ini memang tak masuk akal, tapi begitulah komandan Shinrue bercita-cita. Meskipun ia pecinta wanita, tapi komandan Shirue selalu menjunjung tinggi kesetiaan pada Lord Okamura Yuilo. Ia bisa sangat lembut pada wanita namun akan terlihat garang sangat bertempur.

Lord Okamura Yuilo memiliki tiga orang puteri, dan ketiga-tiganya memiliki wajah yang cantik. Puteri yang pertama bernama Hiki, ia sangat terampil memainkan kecapi. Ia selalu menonjolkan sikap kebangsawanannya. Sementara puteri yang kedua bernama Megumi, ia juga tak kalah cantik dengan kakaknya. Tapi Megumi terkenal dengan sikapnya yang selalu merendahkan orang lain. Megumi juga terkenal paling cerewet dan suka mengomel. Dan ia juga memiliki gengsi yang sangat tinggi. Puteri yang ketiga adalah Kirara, ia yang paling kecil. Kirara dikucilkan oleh kedua kakaknya karena jarak mereka yang terpaut jauh dengan kedua kakaknya. Meskipun begitu Kirara ini sangat menyayangi kedua kakaknya. Kirara sangat mengagumi Hiki karena kepiawaiannya memainkan kecapi. Semua pemuda memuji kakaknya. Tak terkecuali komandan Shinrue, dan ternyata Hiki menaruh hati pada komandan Shinrue. Tapi Hiki chan hanya menyimpannya di hati. Ia tahu persis orang seperti apa komandan Shinrue itu. Hiki chan tak ingin kecewa.

Ketiga puteri Okamura Yuilo dilarang keluar rumah sebelum beranjak dewasa. Karena Hiki dan Megumi sudah dewasa mereka boleh sesekali keluar rumah namun tetap tak memperlihatkan wajah mereka pada semua orang. Jika bertemu dengan pemuda, mereka akan sembunyi di balik lengan kimononya. Tapi tidak dengan Kirara, ia tak boleh keluar rumah sama sekali. Karena Kirara masih kecil maka ia hanya ditugaskan membantu ibunya Lady Miyuki istri dari Lord Okamura Yuilo.

Sebagai komandan utama Okamura, komandan Shinrue sangat giat berlatih, hingga tangannya semakin kuat dan luwes. Kecepatannya memainkan pedang sudah tidak diragukan lagi. Ini dikarenakan ia sangat disiplin dalam latihannya. Ia beranggapan bahwa ketepatan dalam latihan sama pentingnya dengan pertarungan yang sesungguhnya. Ia juga sangat hati-hati dalam setiap gerakan yang ia ciptakan, satu saja ada gerakan yang salah bisa berakibat fatal pada tubuhnya.

Sementara komandan Shinrue sibuk dengan latihannya, sepasang mata diam-diam mengawasinya dari balik semak-semak. Kemudian ia menirukan semua gerakan komandan Shinrue, tak ada sedikitpun gerakan yang luput dari perhatiannya. Tak ada seorangpun yang melihatnya, karena ia melakukan itu dengan diam-diam. Ia adalah Kirara chan, putri terkecil dari lord Okamura Yuilo. Kirara memang sangat berbeda dengan kedua kakaknya, karena ia sangat pemberani. Di usianya yang baru 13 tahun ia sudah mahir menirukan semua gerakan komandan Shinrue yang sangat sulit untuk seorang gadis. Ia menggenggam kayu layaknnya sebilah pedang. Gerakannya juga sangat lincah, dan itu dilakukan setiap hari saat komandan Shinrue sedang berlatih. Ia ingin sekali menjadi seorang ksatria seperti komandan Shinrue.

Hari itu saat waktu kuda *), seperti biasa komandan Shinrue sedang latihan. Ia menggunakan tongkat untuk latihan. Dan di tempat yang sama anak buah komandan Shinrue juga sedang sama-sama latihan. Tapi mereka mempunyai pelatih sendiri. Jadi komandan Shinrue menjadi sangat bersemangat. Ia terlihat sangat luwes memainkan tongkatnya, hingga gelombang keletihan menerpanya. Keringat mengucur deras dari tubuhnya. Ia pun menghentikan latihan dan istirahat sejenak. Awalnya komandan Shinrue tidak menghiraukan bunyi gemerisik di balik semak-semak, tapi bunyi itu semakin keras, ia pun bangkit menuju arah suara yang ia dengar. Dan betapa terkejutnya ia dengan apa yang dilihatnya.

“Kirara chan!” seru komndan Shinrue

Mendengar seruan komandan Shinrue kirara sangat terkejut, ia membiarkan tongkatnya terjatuh ke tanah.

“maaf kak, aku…, aku…” kirara tidak bisa melanjutkan kalimatnya, ia menunduk, pipinya merona.

“apa yang kamu lakukan di sini Kirara chan?” tanya komandan Shinrue dengan ucapan yang sengaja dilembutkan.

“aku hanya ingin menjadi ksatria seperti kakak, maafkan aku” kirara berlutut

“tapi kau ini seorang gadis, tak pantas seorang gadis seperti laki-laki, Lord Okamura pasti akan marah jika mengetahui ini semua”

“aku mohon kak, jangan katakan pada ayah…” suara Kirara melemah, ia kembali berlutut hingga dahinya menyentuh tanah.

“hmmmm…, baiklah…, berdirilah tegak Kirara chan, aku tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapun” janji komandan Shinrue

“terima kasih kak, tapi apa aku masih boleh melihat kakak latihan?” ucap kirara tetap sambil menundukkan wajahnya.

“emmmm…, baiklah, kau boleh ikut latihan bersamaku”

Mata Kirara yang teduh kini menyala-nyala karena gembira. Setelah saling menentukan waktu untuk latihan bersama, Kirara berlari dan menghilang di balik tingginya bangunan.

Sesuai dengan waktu yang telah disepakati dengan komandan Shinrue, Kirara diam-diam menyelinap menuju tempat latihan. Kini tak ada seorangpun di sana kecuali komandan Shinrue yang telah menunggunya.

“Kau sudah siap Kirara chan?”

Kirara mengangguk mengiyakan.

Kini mereka saling berhadapan dengan posisi menantang. Mata Kirara menatap lurus ke arah komandan Shinrue, kini ia sudah tidak menunduk dan malu lagi, komandan Shinrue membalas tatapan mata Kirara yang bulat dan indah.

“Ambillah tongkat ini!”

Komandhan Shinrue melemparkan tongkat pada Kirara dan dengan sigap Kirara menangkapnya. Kemudian komandan Shinrue mengajarkan beberapa gerakan pada Kirara, menusuk, memutar kiri dan memutar ke kanan. Kirara sangar cerdas dan pintar menangkap gerakan, kemudian tongkat itu bergerak bagaikan kilat menembus udara. Tubuh kirara dan komandan Shinrue berputar bagaikan gerakan tarian. Dan setelah selesai latihan, komandan Shinrue nampak bersinar-sinar, ia menyeka keringat yang membanjiri tubuhnya karena cuaca musim panas.

“Kau sungguh pintar Kirara chan, aku tak mengira kau bisa melakukan ini dengan cepat”

“Terima kasih kak” Kirara menunduk, pipinya kembali merona karena pujian komandan Shinrue, ini adalah pujian pertama yang ia dapat.

Setelah membungkuk memberi hormat pada komandan Shinrue, Kirara melesat meninggalkan komandan Shinrue sendirian, Ia tak ingin siapapun tahu apa yang telah ia lakukan dengan komandan Shinrue. Dan begitulah setiap harinya, Kirara diam-diam berlatih bersama komandan Shinrue, dan tak seorangpun mengetahuinya. Sebagai seorang guru komandan Shinrue sangat telaten mengajari Kirara. Ia juga sering menasehati Kirara.

“Kirara chan, meskipun kau hanya berlatih beberapa jurus saja, namun kau begitu menguasainya, jadi itu lebih baik dari ribuan jurus yang aku ajarkan, ingat Kirara chan, satu jurus untuk seribu kegunaan lebih baik dari seribu jurus untuk satu kegunaan, intinya… Berlatih bukanlah untuk memperbanyak ilmu, namun untuk melihat dan menyisihkan, mana yang perlu dari yang tidak perlu. Jadilah petarung yang efisien, dan kau akan menang.” Ucap komandan Shinrue panjang lebar. Karena sering bertemu Kirara menjadi sangat akrab dengan komandan Shinrue.

****

Desas desus penyerbuan Lord Hiroshi dari Hanagara begitu santer terdengar hingga ke kastil Okamura. Rumah penduduk di Yamagara banyak yang di bakar, keributan di mana-mana. Banyak yang telah menjadi korban. Lord Hiroshi ingin memperluas wilayahnya hingga ke Yamagara. Ia ingin Lord Okamura Yuilo takhluk pada pimpinannya. Mengetahui hai itu lord Okamura tidak tinggal diam. Ia mengutus komandan shinrue mempersiapkan pasukannya. Wajah-wajah tegang sangat mudah dijumpai di seluruh Yamagara. Tak terkecuali seluruh penghuni kastil Okamura.

“aku dengar rumah-rumah penduduk sudah habis dibakar” bisik Hiki pada Megumi.

“apa kita akan tetap di sini?” balas megumi

“aku sih tidah mau meninggalkan kastil ini, kau bagaimana?”

“aku juga kak, tapi bagaimana kalau kastil ini juga dibakar?”

“kita kan punya banyak pasukan yang akan melindungi kastil ini”

“tapi kan pasukan dari Hiroshi itu sangat kuat yang aku dengar” ucap megumi

Yang kemudian tiba-tiba Lady Miyuki memasuki kamar mereka.

“Kalian cepatlah berkemas, kita akan mengungsi di Minohagure, ayah kalian mempunyai rumah dan kebun di sana, dan akan segera menjemput kita setelah semuanya beres” ucap Lady Miyuki

“Tapi bu, aku ingin tetap di sini” balas Hiki

“Keadaan sudah sangat genting, mana Kirara?” tanya Lady Miyuki pada kedua putrinya

Hiki dan Megumi saling berpandangan kemudian menggeleng bersamaan.

“cepat kalian cari Kirara, suruh ia juga berkemas” pinta Lady Miyuki, kemudian berlalu meninggalkan kamar kedua putrinya.

Sementara semua pasukan Okamura telah dikerahkan untuk melawan pasukan dari Lord Hiroshi. Lord okamura Yuilo nampak sibuk mengatur strategi dengan komandan Shinrue. Semua pasukan sebagian telah di kirim ke pusat kota Yamagara di pimpim komandan Akita. Setelah semua dipersiapkan, Lord Okamura bergegas menemui Lady Miyuki. Kirara berlari kesana-kemari mencari komandan Shinrue, ia sudah nampak putus asa. Dan di saat ia hendak membalikkan tubuhnya, komandan Shinrue tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Keadaan sedang genting Kirara chan… pasukan Hiroshi sedang menuju kemari”

“aku ingin membantumu, bolehkah aku ikut berperang?

“Kau masih sangat muda Kirara, kau memang gadis pemberani, tapi tenang saja, semua akan baik-baik saja, owh iya…, ini buat kamu gadis pemberani” Komandan Shinrue menyerahkan tanto pada Kirara.

Kirara menerimanya dengan senang hati, kemudian mengangkat tanto , melepaskan sarungnya dan meletakkan di dahinya, Kirara menunduk dan berlutut memberi hormat.

“Terima kasih kak, tolong lindungi ayah” ucap kirara sambil menyelipkan tanto pada kimononya.

Saat hendak meninggalkan komandan Shinrue , Hiki dan Megumi datang menghampirinya. Hiki dan Megumi menunduk dan memberi hormat pada komandan Shinrue

“Kirara, sedang apa kau di sini? Kami mencarimu ke mana-mana” Hiki nampak kesal karena melihat Kirara sedang bersama Komandan Shinrue.

“Maaf kak. Aku hanya…”

“Kirara hanya menanyakan keadaan pasukan di sini nona” komandan Shinrue memotong kalimat Kirara.

“Apa benar pasukan Hiroshi akan segera ke sini shinrue san? Tanya Megumi

“Benar nona, tapi tenang saja, semua akan baik-baik saja” komandan Shinrue berusaha menenangkan.

“Kirara, kita harus segera berkemas, ayah menyuruh kita segera mengungsi ke Minohagure” Hiki menjelaskan pada Kirara. Kemudian Hiki chan menatap mata komandan shinrue, hatinya bergejolak, ia sangat berat meninggalkan komandan Shinrue, lalu membungkuk.

“Kami mohon diri, semoga kita bisa bertemu lagi” lanjut Hiki

Kirara mmelihat kilatan cahaya pada mata kakaknya. “kak Hiki pastilah sangat mencintai komandan Shinrue” ucap kirara dalam hati.

“Semoga kita bisa bertemu lagi nona” Komandan Shinrue membungkuk memberi hormat.

Kemudian mereka bertiga berlalu meninggalkan komandan Shinrue.

*)waktu kuda = antara pukul 11.00 – 13.00

4 Comments

  1. kayak kisah Romace of the Three Kingdoms tapi yg beralih lokasi ke Jepang😀
    Kirara ini Rara, dan ini seperti sebuah narasi ala Andrea Hirata di Laskar Pelangi?:mrgreen:
    *waktu kuda, waktu kuda, waktu kuda. kalo waktu kucing jam berapa ya?😛

    • ini cuma lucu-lucuan aja koq kak…😀

      waktu kucing gag tau, :p

  2. rara ajeng dewantari redesya….i mss you..!

  3. chapter II-nya ditunggu, Rara🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: