Radesya

"Ingin jadi mentari berharap bisa menerangi"

Nyampah

Rasanya udah lama sekali aku gag coret-coret di sini, jadi kangen menumpahkan sampah di sini ^^. Dan gag terasa pula rumahku ini sudah berusia 3 tahun lho. Kalau diibaratkan nih, seperti anak kecil yang sedang lucu-lucunya  ^^, secara dulu saat aku 3 tahun dah masuk TK, kata mamaku saat itu aku lucu gt. Bener kan mom? :p.   Jadi ingat awal pendirian rumahku ini. Saat itu tahun 2008 dan aku masih SMA dah mo lulus sih, sebenarnya aku sudah punya tempat tinggal di Multiply, tapi lantaran aku kehilangan kunci rumahku, so gag bisa masuk ke dalam rumah deh. Bisa sih menggantinya dengan kunci rumah yang baru, tapi aku emang ingin konsep yang beda, karena rumahku yang di Multiply terlalu kanak-kanak, yah maklum aja kan waktu itu bikinnya emang masih awal-awal SMA, itupun juga karena tugas dari sekolah , hehehe… Karena itu aku mendirikan rumah ini dengan bantuan sahabatku yang jauh di sana, juga karena semangat dari teman terbaikku di dunia ini (immoz) berdirilah rumah ini, meskipun masih ngontrak sama WordPress.

Karena aku suka menulis, meskipun tulisan gag jelas, tapi semoga saja bisa bermanfaat  bagi siapapun yang membacanya. Atas bantuan seorang kakak maka berdirilah rumahku sendiri di sini http://radesya.com. Maaf tidak bisa mempersembahkan yang terbaik puat para pembaca karena aku juga masih belajar. Tapi aku akan terus berusaha agar bisa memberika motivasi pada kalian semua. Yah meskipun akhirnya bukan motivasi tapi semua tulisan sampah, maaf ya…. nyampah lagi dan lagi ^^

Yang paling membuatku bahagia dari rumahku ini adalah, aku bisa mendapatkan banyak sekali teman, saudara dan sahabat. Maklum saja aku ini termasuk anak aneh. Aku gag begitu banyak mempunyai teman. Aku lebih suka menyendiri dari pada kumpul-kumpul sama teman. Aku juga tidak menyukai keramaian. Tapi bukannya aku ini menutup diri sih, aku tak pernah memilih-milih teman koq. Aku bisa bersahabat dengan siapa saja, tapi kenapa ya…, aku malas untuk berteman dengan teman sebayaku. Aku lebih suka berteman dengan anak-anak atau orang dewasa. Dan dari sinilah aku menemukan banyak kakak-kakak yang sudah seperti saudara aku sendiri. Terima kasih ya kakak-kakak semua, sungguh aku merasa terharu dengan semua ini, meskipun ada beberapa kakak yang sampai sekarang kita belum pernah bertemu. Tapi percayalah, aku sangat sayang dengan kalian semua.

Sebenaranya aku ini normal koq, *jidatku masih hangat*, itu tandanya aku masih normal:mrgreen: , tapi entah kenapa aku koq hanya punya sedikit teman cewe di dunia nyata ya? Bahkan di dunia maya juga :(( hiks.., dari mulai TK, SD, SMP,SMA,sampai sekarang  cuma beberapa saja temanku yang cewe, doh…, mungkin ini nih biangnya aku jadi mempunyai hobby maen basket dan sepak bola. Yah… secara kakakku juga cowo, jadi gini deh. Tapi sebenarnya aku ini adalah anak malang lho, sering sendirian gag ada teman. Owh iya sebenarnya aku jadi banyak teman kalau hari minggu, bisa ketemu adik-adik, bisa belajar bersama, saling cerita, meskipun akhirnya aku harus menguras air mata, aku ini selalu tidak tegaan dan mudah sekali jatuh kasihan. Hiks…

Bagaimana aku tidak sedih coba mendengar cerita dari mereka yang hidup di jalanan, ada yang namanya A dia itu 6 bersaudara, dan dia itu anak yang nomor dua, usianya baru 10 tahun, so.. masih punya 4 orang adik yang kecil-kecil. Rumahnya juga kecil sekali dan sangat tidak layak, ayahnya cuma berpenghasilan beberapa puluh ribu saja. Tapi harus nanggung hidup 8 orang nyawa. Tau ndiri kan hidup di sini tuh semua serba mahal, apalagi saat ini, gag kebayang deh betapa mereka sering kelaparan. Makanya A setiap hari berusaha mencari uang sendiri. Kakak A juga sama saja, tapi sayang banget, kakaknya tuh susah banget diajarinnya, apadahal dia tuh dah 15 tahun lho usianya, cuma beda 3 tahun ma aku. Tapi bebalnya minta ampun deh, mesti sabar hadapin dia. Kalau mau marahin gt jadi gag tega, hehehe…, untung saja A gag seperti kakaknya, dia termasuk pintar. Tapi aku cukup senang karena mereka masih semangat belajar. Aku sering membayangkan bisa mendirikan sekolah buat mereka, ahhhhh….. andai aku jadi orang kaya….., pokoqnya pendidikan anak Indonesia yang utama deh. Semoga Allah tidak mengambilku sekarang, sampai aku bisa lulus kul, bisa punya usaha, bisa punya banyak uang trus bisa mendirikan sekolah deh…. *tung!!! Digetok palu ma kakak* menghayalnya ter-la-lu!!!

Tapi yang pasti aku sangat bersyukur dengan keadaanku yang sekarang, gpp deh punya sedikit teman cewe, setidaknya dari sini aku jadi punya banyak bunda ^^, jadi ngerasa punya banyak ibu hehehe… Tapi kenapa ya, aku ini masih diperlakukan seperti anak kecil, aku kan sudah delapan belas tahun! Bukan anak kecil lagi! *melototin kakak* tapi ke mana-mana masih harus ada yang temani. Mungkin ini wujud kasih sayangnya padaku, jadi aku akan terima, gpp deh gag pernah jalan-jalan sendirian, yah ini juga demi kebaikanku, ntar kalau aku tiba-tiba pingsan di jalan kan repot juga. Jadi ingat perkataan mama yang bikin aku jadi sedih dan nangis karena terharu “ajeng adalah nyawa mama” hiks…, ini menunjukkan bahwa aku ini masih disayangi meskipun sering ditinggal sendirian gag boleh keluar rumah kecuali kuliah aja atau ada yang temani gt. Owh iya, saat pertama di sini, pengennya jalan-jalan keliling komplek, eh malah nyasar kemana-mana, gag tau jalan pulang , hihihi…., untung aja gag hilang… lho koq ceritaku kemana-mana ya? Hihihi…, balik lagi ke rumahku deh ^^

Dari rumahku yang masih ngontrak ini  juga aku bisa banyak belajar dan berkembang, aku jadi teringat “kisah lalat yang lucu” dari seorang kakak. Makasih ya kak…, aku sering membacanya. Aku juga sering mendapat nasehat dari kakak yang lain, (jangan heran, kakak aku banyak sih^^). Sungguh kalian semua sangat berarti bagiku. Aku sangat sangat dan sangat berterima kasih yang tak terhingga. Entah dengan apa aku harus membalas budi baik kalian. Aku hanya bisa mendoakan kakak-kakak semua, semoga selalu mendapatkan kemudahan dan selalu bahagia. Semoga Allah menjaga kakak-kakak semua beserta keluarga, Amin….

Tapi sedih deh minna…, kalau berteman sama temen sebaya gitu kita jadi sering berantem, suka saling iri dan bersaing, apalagi kalau ketemu temen yang suka sekali ngomongin orang lain, doh… bisa bikin sakit kepala deh, tapi kalau berteman sama kakak yang dewasa gitu kalau dia menikah pasti dia akan lupain kita. Jadi ingat sama seorang kakak yang  baik hati, tiba-tiba saja setelah menikah gag boleh berteman dengan cewe manapun, padahal kan kita sudah seperti kakak dan adik kandung gt. Yang lebih parahnya lagi…., ini membuat dadaku sesak penuh air mata deh minna… hiks…, masak aku dikira mo rebut suami orang. Gila deh…. masak aku sebejat itu, aku ini masih punya hati nurani. Dulu saat SMA dikira mo rebut cowo temenku ini koq lebih parah lg. Padahal aku tidak pernah gagngguin orang lain. Sial banget ya…, makanya mendingan aku gag gaul aja deh, dari pada sering jadi biang keributan. Padahal justru cowonya tuh yg gangguin aku mulu. Seseorang pernah bilang sama aku. “kamu itu permata, harus disimpan, gag boleh ada yang melihat” maksudnya apa ya? Aku buat koleksi gt ya? Udah deh… koq jadi curhat sampah lg hehehe… bikin sedih aja hiks… *ngelap air mata*

Rumahku ini juga rumah segala rindu, rindu pada papaku, rindu pada teman masa kecilku. Rindu pada sahabat-sahabatku yang jauh di sana. Rindu yang memabukkan hatiku. Semua telah terkisah dan tertumpah di sini. Ah….., minna san… aku ingin menangis dulu…, papa… i miss you…., *cium foto papa*

Rumahku ini adalah jiwaku, karena segala keluh dah kesahku tertuang di sini. Rumahku ini juga menjadi saksi perkembangan jiwaku, saat pertama berdiri , saat aku masih anak-anak dan sekarang gag terasa udah dewasa. Begitulah detik waktu yang terus berputar, dan aku harap jika waktuku tiba ini bisa menjadi kenangan terakhirku bagi sahabat-sahabatku tersayang. Dan semoga kalian masih mau menyempatkan diri menengok rumahku ini, setidaknya cabuti rumputnya ya…, atau tanamilah bunga atau tanaman penyejuk jiwa ^^. Aku akan sangat berterima kasih sekali tentunya. Owh iya… terima kasih banyak karena selama ini telah sudi membaca postingan sampahku ini. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf jika tanpa sengaja telah berbuat salah.  Sepertinya ini sudah larut sekali, bobo dulu ya….

1 Comment

  1. 😥 😥 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: