Radesya

"Ingin jadi mentari berharap bisa menerangi"

Sepiku

Diantara langit hitam, diantara bulan dan bintang-bintang, diantara lampu-lampu kota yang bertemaram. Disudut kota yang riuh ku tetap sepi. Kadang ku ingin berteriak untuk memecah heningnya malam.

Aku adalah gadis malang. Di tengah hingar-bingar kota ku terpasung dalam sunyi dan sepi. Kadang ketika aku terbangun dari tidur menatap kamarku yang tetap saja sepi. Hanya ada angin yang menerobos membawa sinar matahari dan udara pagi yang kuhirup membangkitkan perasaan bahagia, tapi tetap saja sepi….Kadang melintas dibenakku, ku ingin terbang melintasi awan melepas kesunyian. Tapi itu cuma hanya ada dalam hayalanku.

“Kesepian mengungkapkan kepedihan hati karena kesendirian dan menyendiri mengungkapkan kesenangan kesendirian”.

9 Comments

  1. kadang sepi itu menyenangkan, kadang justru kesendirian membawa ketenangan. tapi ingat aja selalu ada someone yang menemanimu ^^

  2. redesya

    @immoz
    ya,someone yang baek hati…

  3. jojo

    hmm…
    + thinking aja, semua itu adalah yg terbaik buatmu…
    mgkn someone yg baek hati….juga sendiri menunggumu

  4. @jojo
    hahaha….tentu saja..

  5. krisdian

    terkadang sepi memberi rasa hangat saat kita membutuhkan, tapi kedamaianlah yang sebenarnya menjadi tujuan pencarian hidup.
    nice to read ur poom, kali laen aq ikut da..

    ” . . . . “

  6. @krisdian
    iya, kadang kita butuh keheningan,suara kadang hanya menimbulkan gaduh, yang hanya mengisi ruang dan meninggalkannya tetap dalam keheningan

  7. billy

    sepi itu indah, dpt mengingatkan kita pada-Nya, hingga kita sadar betapa lemah dan kecilnya kita dihadapan-Nya…
    sepi itu semangat dan motivasi, krn kita dpt konsentrasi menetapkan visi-misi hidup,usaha…
    sepi itu cinta, krn kita dpt berimajinasi tentang orang yg kita kasihi dan cintai…

  8. Apakah pernah mengalami sepi? Apa yang anda bilang benar, tapi kadang sepi juga membosankan, meskipun dalam sepi aku bisa berkreasi,
    melukis, maen gitar, belajar, maen game, dll

  9. rara…ingatlah, bahwa kamu tak pernah sendiri *senyumin rara*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: