Radesya

"Ingin jadi mentari berharap bisa menerangi"

Nenek Penjual Pisang

Pagi itu seperti biasa aku sudah lari pagi dan memang sudah menjadi kebiasaanku sambil menanti matahari terbit. Karena capek aku berhenti sambil duduk-duduk di pinggir trotoar jalan. Entah dari mana datangnya ada Nenek tua sekali datang padaku. Tubuhnya udah melengkung, mungkin karena sering menggendong beban berat, keriput juga udah merajalela di sekujur kulitnya. Ahhh..,bukankah Nenek seharusnya udah pensiun dan menghabiskan sisa usianya sebagai Nenek tua yang manja. Di kelilingi anak dan cucunya, dan tentu saja menikmati pelayanan yang istimewa dari mereka, mau apa tinggal bilang saja. Kalau sakit banyak sekali yang menunggui dan siap melaksanakan segala perintahnya.

Tapi kemana anak dan cucunya?, tega sekali membiarkan Nenek yang renta ini menggendong beban berat. Oh.. mungkin saja Nenek ini terpaksa berjualan karena keadaannya, atau karena nasib yang membawanya untuk tetap menyusuri jalan. Jika saat itu kalian melihat Nenek pasti akan merasa iba. Bayangkan saja dengan tubuh yang sangat renta menggendong sekeranjang pisang, akupun yang masih muda kalau di suruh angkat pasti merasa keberatan.

Nenek menawarkan pisangnya kepadaku. Ah aku jadi ingat kalau temanku lagi ingin makan pisang, tapi sayang dia berada di tempat yang jauh. Saat Nenek menawarkan pisangnya aku jadi sangat iba. Untuk iba pada nenek tentu tak perlu menunggu menjadi orang yang baik hati. Dengan melihatnya saja kalian pasrti sudah merasa iba, bahkan orang yang galak sekalipun akan merasa iba jika melihatnya.

Akupun membeli semua pisang Nenek, Kalian tau nggak, wajah Nenek terlihat amat senang dan bersinar, aku jadi ikut merasa senang. Sekarang yang jadi masalah mau aku apakan pisang sebanyak ini?? Kalau buat makan burung kakakku pasti terlalu banyak, aku makan juga terlalu banyak. Ahhh aku jadi bingung.  Disaat aku sedang bingung datang temanku.

“Wah, kamu mo bikin kolak pisang ya?”, kata temanku, tentu saja aku jawab “tidak”, Aku tawari saja dia kalau mo bikin kolak pisang, eh.. dia senang sekali, sambil senyum-senyum langsung pulang nggak jadi maen. Tapi tetap saja pisangnya masih banyak, eh.. datang teman-temanku yang lain.

“Kamu mau bikin pisang goreng Ra?”, Aku jadi tertawa sendiri, tadi kolak,sekarang pisang goreng. Akhirnya aku tawari mereka kalau mo bikin pisang goreng, mereka senang sekali, eh mereka pergi lagi nggak jadi maen. Tapi aku merasa lega,pisangku tinggal satu sisir. Tiba-tiba kakakku datang, “Ada pisang, kamu baru beli ya?”, pisang itu langsung di makan kakak, tentu saja dengan perasaan senang.

Dengan hanya memberi satu kegembiraan pada Nenek, hari itu aku sudah banyak memberi kegembiraan pada yang lain. Aku jadi merasa senang juga.

17 Comments

  1. Aaah menyenangkan sekali membca tulisanmu yang satu ini…

  2. redesya

    @immoz
    Thanks, tulisan kamu juga menyenangkan..

  3. salut buat si nenek
    cerita yang mencerahkan🙂

  4. jojo

    hi rara….
    kyknya km bakat bgt jd penulis…
    ortu psti bangga sm km…

  5. @achoey sang khilaf
    senang bisa mencerahkan orang lain… thanks

    @jojo
    aku masih belajar, tak pantas disebut bebakat, btw thanks ya…

  6. ramdani1428

    Cerita yang indah & rasanya sejuk di qalbu.
    Gw pernah punya pengalaman mirip tapi gak bisa cerita hehe

    Smoga qta selalu diberikan kemampuan untuk menyebarkan kebahagiaan bagi semua orang ya

  7. @ramdani
    thanks, aku juga tak pandai bercerita koq.., bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain itu sangat menyenangkan.

  8. hmm…. anak baek🙂

    good..good….good !!

  9. renxe

    wah nice… ^^ pisang yang penuh berkah…
    memang kebaikan yg dilakukan dgn ikhlas itu akan membuahkan hasil yang manis tak terkira ^^

  10. @cryingdevil
    thanks…

    @renxe
    iya…,sesuatu yang dilakukan dengan tulus pasti akan berbuah manis..

  11. Ciri kebahagiaan yg sesungguhnya adalah melihat orang2 disekitar kita berbahagia …

  12. Iya kak, aku juga akan merasa sangat bahagia, jika lihat orang bahagia..

  13. Sausan

    Cerita yang sederhana tapi bermakna…🙂

  14. Thanks ya…

  15. Tulisan yang bagus dik, sangat menyentuh…

  16. Thx kak…

  17. lily

    Satu tindakan m’bw byk senyuman… Ah senangnya klo semua ky gt….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: