Radesya

"Ingin jadi mentari berharap bisa menerangi"

Monthly Archives: November, 2008

Aku adalah Teratai

Aku di sini kawan dalam sepi di lengang rimba dalam hening dipelukan malam dimana suara dan warna seperti tak ada beda Aku di sini kawan dalam diam sunyi bersepi-sepi tapi tetap saja kau tak mengerti mengejar angin dan tertawa lalu kau bertanya dimana aku berada? Aku disini kawan dalam keheningan kelabu percikan gerimis yang berkilau …

Read more »

Mengingat Kematian

Bagaimana rasanya kematian itu? Rasanya harum kematianku makin terasa olehku . Kian hari kian mendekat. Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui jendela kamarku tak bisa mengusir bau harum itu. Tapi kenyataannya aku masih punya selembar nyawa. Aku masih bisa bernafas dengan paru-paru, masih bisa merasakan hembusan angin yang menerpa kulitku, dan masih bisa merasakan …

Read more »

Misteri Gunung Lawu

Ini adalah kisah petualanganku setelah Badai Di Puncak Merbabu . Kali ini kami melakukan pendakian di gunung lawu yang memiliki ketinggian 3.265 m dpl. Kami mulai perjalanan kami dari pos cemoro sewu, di sini banyak terlihat para pedagang. Pagi buta kami mulai perjalanan ini, kami memang sengaja memulainya pada pagi hari karena selain lebih aman …

Read more »

Satu Hari Tanpa Uang

Saat itu aku berangkat buru-buru, aku harus cepat sampai kampus karena kebetulan aku bangun kesiangan. Aku tidak sempat makan hari itu, dan kemarin juga aku malas untuk makan, bahkan tidak makan sampai malam. Padahal aku sudah dibelikan macam-macam makanan. Aku pikir mungkin nanti aku akan makan di kantin saja. Hari ini kebetulan jadwal aku padat, …

Read more »

Pahlawan Tak Dikenal

Di hari pahlawan ini aku akan kisahkan kembali tentang Lelaki Tua Itu, yang gurat keriput nampak lekat di sekujur tubuhnya. Lelaki yang aku temui di pinggir trotoar jalan. Lelaki malang yang sedang kelaparan. Aku sungguh tak tega melihatnya. Lelaki tua itu yang ternyata adalah seorang pejuang. Dia ikut mengukir sejarah bagi negri ini dalam mencapai …

Read more »

Hujan

Hujan menurut aku adalah jatuhnya buliran-buliran air dari langit. Hujan selalu hilangkan resah dan gundahku. Hujan bisa membawa ketenangan dan kedamaian dalam jiwaku. Aku selalu rindukan hujan, banyak kenangan tersimpan bersama dengan hujan. Dulu aku sering lihat hujan sambil duduk di pangkuan papaku. Begitu indah terasa. Aku selalu bertanya, kenapa air yang jatuh dari langit …

Read more »

Melulu Luka

Saat kutatap Ayah berdarah Ku sudah terluka Perihnya masih terasa… Semakin mendera Ku tatap lagi pengasuhku Terbaring dengan tubuh membiru Hatiku semakin sayu Aku kembali terluka… Luka yang kian menganga Kemudian kau datang padaku Membawa sejuta harapan baru Hadirmu membuat aku terlupa… sesaat tentang derita Pagi itu kau datang padaku Ku buka jendela, karena kau …

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.